Menolak lupa perkembangan paku dalam industri pallet kayu
Industri packaging kayu khususnya pallet untuk kebutuhan pabrik menggeliat seiring usainya libur perayaan Tahun Baru 2026. Lantas, segera Kembali focus pada pengerjaan untuk mencapai kapasitas optimal dan kualitas maksimal.
Tahun yang baru tentunya membawa semangat pembaruan guna menyongsong kesuksesan hakiki. Baik dalam peningkatan kapasitas produksi maupun kualitas. Jangan sampai, justru anomaly yang terjadi, ternyata hari ini sama saja dengan yang kemarin.
Pakutembak.id mencoba menyegarkan para aktivis pengrajin pallet kayu atau plywood, tentang hakikat dari pallet. Meskipun, Tanah Air berduka di pengujung 2025 dengan bencana banjir luar biasa di Sumatera.

Pembalakan hutan secara liar serta penebangan pohon hingga ke akarnya menjadi salah satu penyebab banjir di Medan, Aceh, dan Sumatera Barat. Tempat lahir dan tumbuhnya pepohonan berubah, lahannya berubah, istilah kerennya deforestasi, menjadi lahan sawit dan penambangan mineral.
Namun, tidak akan jauh panjang dan lebar membicarakan deforestasi, meskipun tidak berkurang sedikit pun rasa empati kepada para korban bencana. Hanya saja, pelaku industri packaging kayu, termasuk pallet, menyadari mereka hanya memotong pohon tidak sampai ke akarnya apalagi deforestasi.
Pembuatan Pallet Kayu dan Perkembangan Penggunaan Paku dari Manual hingga Gun Nailer
Apakah Pallet Kayu Itu
Pallet kayu merupakan alas berbentuk datar yang berfungsi untuk menopang dan memudahkan pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lain, terutama dalam proses logistik, pergudangan, dan pengiriman. Demi mempermudah kinerja forklift atau handlift dalam memindahkan barang, juga aman serta efisien, maka pallet kayu menjadi media peletakan atau penumpukan barang jadi hasil produksi.
Pembuatan pallet pada umumnya menggunakan kayu pinus, sengon, atau kayu keras lokal. Agar tidak mudah retak dan menambah kekuatan, kayu-kayu tersebut melewati proses pengeringan menggunakan metode oven atau alami.
Bagaimana Pembuatan Pallet Kayu
Pembuatan pallet kayu umumnya melalui beberapa tahapan berikut:
Pemilihan dan Pemotongan Kayu
Potong kayu sesuai ukuran standar (tergantung kebutuhan) meliputi papan atas (deck board) dan balok penyangga (stringer atau block).
Pengeringan Kayu
Keringkan kayu secara alami atau menggunakan oven (kiln dry) untuk mengurangi kadar air sehingga pallet lebih awet dan tidak mudah berjamur.
Perakitan Pallet
Susun komponen papan dan balok sesuai desain pallet, lalu satukan menggunakan paku. Saat ini Indonesia memiliki produsen paku tembak kumparan di Dalam Negeri dengan brand Golden Coil Nails. Setelah sekian dasawarsa, akhirnya Anak-Anak Hebat Indonesia mampu memproduksi paku tembak kumparan berkualitas internasional. Tahap perakitan merupakan bagian paling penting karena menentukan kekuatan dan daya tahan pallet saat menahan beban berat.
Finishing dan Pemeriksaan Kualitas
Periksa kekuatan pallet, kerapian paku, dan kesesuaian ukuran. Langkah tersebut untuk menjamin kesesuaian antara pembuatan dengan pesanan pelanggan. Jangan sampai setelah mengirimkan pallet, ternyata ada ketidaksesuaian seperti keinginan konsumen.
Penggunaan Paku Manual (sebelum ada Golden Coil Nails)
Pada awalnya, perakitan pallet menggunakan palu dan paku manual. Pekerja harus memegang paku dengan tangan lalu memukulnya menggunakan palu hingga menembus kayu dan mengikat papan dengan balok penyangga
Kelebihan cara manual
- Tidak memerlukan listrik atau mesin
- Biaya alat relatif murah
Namun, cara ini memiliki banyak keterbatasan:
- Proses lebih lambat
- Membutuhkan tenaga besar
- Risiko cedera pada tangan cukup tinggi
- Kualitas pemasangan paku bisa tidak konsisten
Dalam produksi skala besar, metode manual menjadi kurang efisien karena membutuhkan waktu dan tenaga yang sangat besar.
Perkembangan ke Paku Tembak dengan Gun Nailer
Seiring perkembangan teknologi industri, gun nailer atau mesin paku tembak menggantikan penggunaan palu manual. Alat ini bekerja dengan tenaga angin (pneumatik), listrik, atau gas untuk menembakkan paku langsung ke kayu dengan cepat dan kuat. Dengan gun nailer, satu orang pekerja dapat merakit jauh lebih banyak pallet dalam waktu yang sama dari pada metode manual.
Keunggulan gun nailer dalam pembuatan pallet:
- Kecepatan kerja jauh lebih tinggi
- Tenaga pekerja lebih ringan
- Posisi dan kedalaman paku lebih konsisten
- Mengurangi risiko cedera akibat pukulan palu
- Produktivitas meningkat signifikan
Dampak Terhadap Produktivitas dan Kualitas
Peralihan dari paku manual ke gun nailer membawa dampak besar pada industri pallet kayu, antara lain:
- Produksi massal menjadi lebih memungkinkan
- Kualitas sambungan lebih kuat dan seragam
- Biaya produksi jangka panjang bisa lebih efisien
- Pekerja dapat fokus pada penataan dan kualitas perakitan
Hal tersebut membuat industri pallet mampu memenuhi kebutuhan logistik yang semakin meningkat, terutama untuk pengiriman barang dalam jumlah besar.
Sebagai kesimpulan, pembuatan pallet kayu merupakan proses penting dalam mendukung sistem distribusi dan logistik. Pada awalnya, perakitan pallet secara manual menggunakan palu dan paku, namun metode ini memiliki keterbatasan dalam kecepatan dan keselamatan kerja.
Dengan berkembangnya teknologi, penggunaan gun nailer atau paku tembak menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien. Alat ini mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas sambungan, serta mengurangi beban fisik pekerja. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana teknologi berperan besar dalam meningkatkan kinerja industri kayu dan manufaktur secara keseluruhan.